Memperingati Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacist Day) 2019 yang diperingati tiap tanggal 25 September, pengurus cabang Ikatan Apoteker Indonesia menggelar acara bertajuk “Edukasi Bersama Apoteker, Mengenal Obat Sejak Usia Dini” dengan tema “Obat yang aman & efektif untuk semua”, bertempat di halaman Stadion Parasamnya Mandar Majene, Sabtu, 12 Oktober 2019, dihadiri antara lain oleh Bupati Fahmi Massiara, Bunda PAUD Fatmawati, Kadis Kesehatan, Kadis PP & PA, Kepala BPJS Kesehatan, para Kepala Sekolah & Guru SD, dan 500 murid SD.

Kegiatan yang diselenggarakan secara serentak diseluruh Indonesia untuk mendapatkan Rekor Muri dengan target peserta sebanyak 30.000 – 50.000 murid SD ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar, meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat, serta meningkatkan penggunaan obat secara rasional.

 

Para murid SD yang mengikuti edukasi ini diharapkan dapat memahami prinsip keamanan penggunaan obat bagi anak usia dini, yaitu hanya minum obat dengan izin orang tua atau wali,tidak berbagi obat atau menggunakan obat orang lain, menyimpan obat di tempat yang aman dalam wadah aslinya, dan membuang obat yang tidak lagi dipakai dengan cara yang benar.

Dalam acara tersebut, Fahmi Massiara memaparkan hasil riset BNN tahun 2015 dimana penyalahgunaan obat pada anak pertama kali dilakukan pada usia 10 tahun dan rata-rata paling banyak dilakukan pada usia 13 tahun.

“Kami berharap pengetahuan tentang penggunaan obat yang baik dan benar ini akan membekali anak-anak sekalian dengan dasar yang kuat tentang cara penggunaan obat yang tepat dan menghindari penyalahgunaan obat, khususnya sebelum anak-anakku mencapai usia remaja dan dewasa’, kata Fahmi Massiara.

Tingkat Penyalahgunaan obat di Majene mengalami fluktuasi selama 3 tahun terakhir. Pada tahun 2016 terdapat 15 kasus terdiri dari 14 kasus narkoba dan 1 kasus penyalahgunaan obat keras, tahun 2017 meningkat menjadi 20 kasus 12 kasus narkoba dan 8 kasus penyalahgunaan obat keras, dan pada tahun 2018 turun 11 kasus dari 10 kasus narkoba dan 1 kasus penyalahgunaan obat.

(diskominfomajene)