Majene- Sebagai upaya pembinaan dan penyusunan kinerja Kabupaten Majene dalam meningkatkan keterpaduan intervensi gizi dalam rangka percepatan penurunan angka stunting yang merupakan salah satu prioritas nasional, maka pemerintah Kabupaten Majene bersama Tim 1000 HPK menggelar Review Kinerja Tahunan Aksi Konvergensi Stunting, baik itu intervensi spesifik maupun sensitive. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari di Aula Tammajarra LPMP Kabupaten Majene, Senin-Selasa (27-28 Desember 2021).

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia berusia dibawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1000 HPK. Pencegahan stunting sangat penting dilakukan sendiri untuk membebaskan setiap anak dari resiko terhambatnya perkembangan otak yang menyebabkan tingkat kecerdasan anak tidak maksimal.

Setelah melalui 7 tahapan aksi konvergensi stunting, Pemkab Majene kini menggelar tahapan terakhir yakni aksi#8 yang merupakan tahapan untuk melakukan review kinerja atas pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama setahun terakhir yang digelar salama 2 hari.

Wakil Bupati Majene, Arismunandar,S.STP,MM yang membuka kegiatan ini menyampaikan bahwa untuk mengevaluasi semua program kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan oleh pihak terkait, “saya mengharapkan tindak lanjut yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat dijadiakan bahan penyusunan kebijakan program kegiatan yang akan dimasukkan dalam tahun berikutnya melalui Money Follow Program baik melalui pusat maupun daerah,” pungkas Arismunandar.

Dalam kesempatan ini, Andi Adlina Basharoe selaku ketua panitia menampilkan data angka stunting di Sulawesi Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Kabupaten Majene, para OPD terkait yakni Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dinas PMD, DPPKB, DP3A, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Ketahanan pangan, Ketua TP PKK, para Camat, para Kepala Desa serta TIM 1000 HPK.