Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Majene menggelar rembuk stunting desa di 56 desa lokus stunting di 8 kecamatan, 18-29 Juli 2022.

Rembuk stunting dilaksanakan di Aula Kantor Desa masing-masing Lokus, bertema optimalisasi cakupan intervensi 7 paket layanan konvergensi stunting itu diikuti oleh aparat desa, kader posyandu, kepala PAUD, dan pendamping desa.

Rembuk stunting merupakan salah satu rangkaian pra musyawarah desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) desa tahun 2023, juga menjadi amanat pemerintah desa agar memprioritaskan dana desa tahun 2023 untuk pencegahan stunting.

“Ini merupakan langkah dan harapan untuk membangun kapasitas dan komitmen pemerintah desa dalam merencanakan, mengimplementasikan, memantau, dan mengevaluasi intervensi yang terpusat guna mengurangi angka gagal tumbuh anak,” kata Syamsul Maarif, Ketua TPPS.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di Seribu Hari Pertama (1000 HPK) kehidupan anak, faktor penyebabnya multidimensi sehingga penanganannya juga perlu dilakukan secara multisektoral.