TPP PNS Majene, Cair

Panitia TPP, H. Darwis, M.Si dan M Asri Albar SE, M.Si

Setelah setahun lebih menanti sejak diinisiasi oleh Bupati Majene, Dr. H. Fahmi Massiara, MH, sejak tahun 2017 silam, kini, PNS Majene akhirnya bisa menikmati TPP pertama kalinya sepanjang sejarah berdirinya kabupaten Majene.

TPP adalah tunjangan perbaikan penghasilan yang dibayarkan kepada seluruh PNS Daerah Pemkab Majene kecuali Guru dan Tenaga Medis, dananya bersumber dari APBD, untuk tahun 2019 ini, tercatat Rp38 Miliar lebih dialokasikan untuk pembayaran TPP. Besarannya bervariasi untuk setiap PNS berdasarkan grade/ kelas jabatan, tercatat ada 15 pembagian grade mulai dari kelas jabatan terendah grade 1 sampai yang tertinggi grade 15, yang diklasifikasikan berdasarkan pangkat PNS, semakin tinggi grade semakin besar pula TPP yang diterima. Sebagai konsekuensi dari TPP, PNS harus datang dan pulang tepat waktu, bila datang terlambat atau pulang terlalu awal, maka TPP-nya akan dipotong berdasarkan akumulasi absensi setiap bulannya, absensinya juga tidak bisa ‘diakali’ karena dilakukan dengan sistem sidik jari dan face recognation, begitu melakukan sidik jari atau face recognation, waktunya langsung tercatat dalam sistem sehingga tidak ada PNS yang bisa titip absen kepada orang lain.

TPP di kabupaten Majene Berawal dari keinginan Bupati Fahmi Massiara untuk meningkatkan kedisiplan dan kinerja PNS, dan setelah melalui analisa dan perbandingan dengan daerah lain, Fahmi Massiara menarik kesimpulan bahwa sistem yang paling efektif untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan memberikan tunjangan sebagai tambahan penghasilan kepada para PNS sehingga diharapkan mereka bisa lebih disiplin dan lebih fokus dalam bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat. Melalui proses yang cukup panjang dan berliku mulai dari penilaian berbagai variabel, asistensi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara sampai akhirnya mempunyai legalitas dengan diterbitkannya Perbub yang mengatur tentang TPP. Dengan sistem TPP, Fahmi Massiara mengharapkan pemberian tambahan penghasilan dapat lebih merata kepada seluruh lapisan PNS dibanding sistem pemberian honorarium berdasarkan kegiatan yang sebelumnya diberlakukan.

Beberapa OPD yang telah merampungkan berkas Administrasi sudah menerima TPP, Berdasarkan keterangan PNS di OPD tersebut, mereka mengaku sangat menyambut gembira dan berterima kasih, karena sebelumnya mereka hanya mengandalkan gaji pokok dan honor kegiatan yang tidak seberapa untuk menopang ekonomi mereka, sementara kebanyakan gaji pokoknya sudah dipotong untuk membayar angsuran pinjaman di Bank, sehingga keberadaan TPP seakan sudah menjadi Pengganti gaji pokok yang sisa sedikit. Mereka juga merasa diperlakukan lebih berkeadilan dan setara, selain itu, kedisiplinan dan kinerja juga meningkat sangat signifikan.

Meski demikian, dibalik kebahagiaan dan mamfaat yang dirasakan, muncul harapan agar sistem pembayaran bisa lebih disempurnakan lagi, misalnya dalam hal TPP Golongan III yang bisa lebih besar dari Golongan IV, atau TPP staf biasa yang bisa lebih besar dari staf yang mempunyai kegiatan khusus. Menanggapi hal tersebut, Kabag Ortal Pemkab Majene, H. Darwis, M.Si, yang tergabung dalam panitia perumus TPP mengatakan akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan berbagai variabel TPP, sehingga nantinya semua harapan dapat diakomodasi dengan sebaik-baiknya. Darwis mencontohkan pembayaran TPP di daerah lain yang sudah berlangsung tahunan tapi masih menyisakan masalah, sementara di Majene baru satu kali pembayaran, jadi Darwis menilai sangat wajar bila masih terdapat hal-hal yang perlu disempurnakan.

Facebook
WhatsApp

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *