Disnakertrans Kabupaten Majene bersama Dinas Perhubungan mensosialisakan system rekrutmen Anak Buah Kapal (ABK) yang akan diberangkatkan ke Taiwan untuk bekerja sebagai nelayan di kapal penangkap ikan.

Sosialisasi dilangsungkan di gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Majene, Rabu, 4 September 2019, dibuka oleh Wakil Bupati Majene, Lukman, dengan 42 peserta dari calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan.

Kepala Disnakertrans, Lawaji, yang menjadi pembicara utama menjelaskan bahwa permintaan akan tenaga kerja nelayan untuk bekerja di Taiwan dan negara lain seperti Jepang dan Amerika Serikat cukup tinggi. Selama ini nelayan yang diberangkatkan kebanyakan dari Jawa Tengah, tapi atas informasi yang diperoleh dari penyalur tenaga kerja dan peran proaktif Pemkab Majene, angkatan kerja dari Majene juga bisa mengisi kesempatan tersebut. Menurut Lawaji, permintaan tenaga kerja di kapal penangkap ikan Taiwan cukup tinggi, permintaan selalu ada setiap bulannya.

Kadis Nakertrans Majene, Lawaji, kedua dari kanan, dan Budi Sulistyo, Mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Majene, tengah.

Untuk bekerja sebagai nelayan di Taiwan, selain harus berusia 18 sampai 35 Tahun, dan pendidikan minimal SLTP, juga harus memiliki 3 jenis dokumen sebagai persyaratan utama yaitu Sertifikat Basic Safety Training (BST), Buku Pelaut (Seaman Book), dan Passport.

Untuk mendapatkan Buku Pelaut dari Syahbandar, terlebih dulu harus memiliki sertifikat BST atau pelatihan keselamatan dasar yang biasanya diselenggarakan oleh sekolah pelayaran dan sejenisnya. Setelah memiliki Buku Pelaut, selanjutnya calon pekerja harus mengurus Passport setelah sebelumnya mendapatkan pengantar dari Disnakertrans. Setelah 3 dokumen utama lengkap, pemberangkatan tenaga kerja bisa segera dilakukan.

Dari 42 calon tenaga kerja yang hadir, hanya 7 orang yang telah memiliki buku pelaut, dan siap untuk pengurusan passport, sementara sisanya baru memiliki sertifikat BST. Sertifikat BST yang dimiliki oleh peserta merupakan hasil pelatihan di Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Barombong bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan. Pada pelatihan BST yang diselenggarakan tahun 2018 tersebut, Dinas Perhubungan Majene mengikut sertakan sebanyak 700 peserta. Peserta yang telah mengikuti dan memiliki sertifikat pelatihan BST tersebutlah yang kini ditawari kesempatan untuk bekerja di kapal penangkap ikan di Taiwan.

Pembicara lain dalam sosialisasi tersebut, yang merupakan penghubung antara pihak penyalur tenaga kerja dan Pemkab Majene, sekaligus mantan Kadis Kelautan dan Perikanan Majene, Budi Sulistyo, menjelaskan bahwa peluang untuk bekerja di luar negeri ini sangat sayang untuk dilewatkan, disamping dapat menambah pengalaman, juga penghasilannya cukup besar. Menurutnya, untuk gaji awal selama kontrak 2 tahun di Taiwan adalah sekira 7 juta per bulan, setelah kontrak pertama dan pekerja telah memiliki pengalaman, pekerja dapat memperpanjang kontrak dengan gaji meningkat menjadi sekira 10 Juta perbulan. Selepas dari kontrak 2 tahun pertama ini, pekerja juga dapat memilih apakah tetap bekerja di Taiwan, atau mencari negara lain yang membutuhkan seperti Jepang atau Amerika Serikat.