Rutan Kelas IIB Majene melalui program kemandirian mengembangkan ayam KUB (Kampung Unggulan Balitbangtan), bantuan dana CSR dari Bank Sulselbar.

Awalnya, Rutan Majene menerima sebanyak 100 ekor bibit, kemudian mendapat tambahan dari Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar setelah melakukan kunjungan dan melihat keseriusan pengembangan ayam KUB di Rutan Majene.

Ayam KUB usia 4 Bulan, mencapai bobot 2 kg

Selain bantuan berupa bibit ayam KUB, Pemprov juga memberangkatkan 10 orang dari Sulawesi Barat untuk mengikuti pelatihan budidaya ayam KUB di Bogor.

Ayam kampung KUB menggabungkan kelebihan ayam potong dan ayam kampung biasa, dimana tingkat pertumbuhan dan masa panennya kurang lebih sama dengan ayam potong tetapi rasa dagingnya tetap kurang lebih sama dengan ayam kampung. Hal ini dikarenakan pakan ayam KUB kebanyakan masih menggunakan pakan alami.

Proses pembuatan pakan dengan mencacah daun kangkung yang akan dicampurkan dengan bahan lainnya

Di Rutan Majene, pakan ayam KUB selain memamfaatkan limbah makanan sisa, para warga binaan juga memamfaatkan lahan kosong di dalam lapas untuk menanam bahan makanan ayam KUB, seperti kangkung, singkong, dan ubu jalar.

Keistimewaan lain dari ayam KUB adalah kotorannya yang tidak terlalu berbau, hal ini dicapai berkat pemberian 2 jenis minuman yaitu jamu dan prebiotik yang juga diproduksi sendiri dengan mencampurkan bahan-bahan alami yang tidak sulit diperoleh.

Warga Rutan mengaduk bahan jamu ayam

Untuk Jamu berbahan dasar bawang putih, daun pepaya, daun cabe dicampur dengan 9 bahan lain, sedangkan prebiotik berbahan dasar air kelapa dicampur dengan 4 bahan lainnya. Satu sendok makan jamu kemudian dicampurkan dengan 1 liter air dan diberikan kepada ayam bersama dengan prebiotik.

Ayam KUB usia 15 hari

Pengembangan ayam KUB di Rutan Majene merupakan program pembinaan kepada warga binaan lapas dengan harapan dapat mereka kembangkan sendiri bila mereka bebas nantinya.

Meski demikian, pihak Rutan berharap agar mendapatkan perhatian dari Pemkab Majene untuk pengembangan budidaya ayam KUB.

Muhammad Arham, Kasubsi Pelayanan Tahanan, telah mengikuti pelatihan di Bogor

“Kami bersedia melakukan sharing dengan memberikan materi berdasarkan pelatihan yang telah kami ikuti, karena ini sangat potensial untuk meningkatkan ekonomi bukan hanya dalam rutan, tapi juga masyarakat di luar Rutan.” Kata Muhammad Arham, Kasubsi Pelayanan Tahanan, yang telah mengikuti pelatihan di Bogor bersama 4 orang lainnya dari Majene, dan 6 selebihnya dari Polewali dan Mamuju.

(diskominfomajene)