Majene: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene mengikuti rapat terbatas terkait pelaksanaan aksi konvergensi penanganan stunting yang digelar secara virtual zoom meeting yang di gelar di ruang Rapat wakil Bupati Majene, Jumat(14/1/2022).

 

Kegiatan yang diselenggarakan via zoom meeting, dihari oleh tim gugus tugas Kabupaten Majene, Sekda Majene, OPD terkait, dr.Hj.Evawaty,M.Kes (Akademisi Unsulbar) dan Syahrinullah, SE,MM (Akademisi UT)

Dalam kesempatan ini, Sekda Kabupaten Majene, H.Ardiansyah,S.STP memaparkan langkah dan kebijakan Pemkab Majene dalam upaya pencegahan penanganan stunting.

” Kami telah melakukan penyusunan regulasi-regulasi antara lain Perda No.8 Tahun 2014 tentang peraturan daerah (PERDA) tentang pemberian ASI Eksklusif dan Perda No.13 Tahun 2015 tentang Peraturan Daerah (PERDA) tentang kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak balita, hingga sampai kepada MoU yang kita bangun termasuk Kabupaten Banggai dan Universitas Hasanuddin terkait dengan pendampingan penguatan kafasitas pemerintah dalam penurunan stunting”, Kata H.Ardiansyah Sekda Majene

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa prinsip kami data adalah segalanya maka kami mencoba melahirkan data walaupun itu kelihatannya memang masih kurang memuaskan tapi paling tidak kami memiliki data sebagai langkah awal untuk melakukan progres-progres penanganan stunting.

 

Adapun hasil dalam rapat tersebut yaitu rencana akan diadakan pendampingan khusus bagi Kabupaten Majene dan Kabupaten Banggai sebagai Kabupaten yang cukup serius dalam upaya percepatan penurunan stunting, rencananya wemenkes akan menjadwalkan kunjungan di dua Kabupaten tersebut.