Pemerintah kabupaten Majene telah merampungkan  kegiatan monitoring dan evaluasi triwulan IV, dengan substansi laporan realisasi penyerapan anggaran, realisasi pencapaian target keluaran output. Rapat monitoring tersebut dilaksanakan jumat 11 Januari 2019 lalu di ruang pola Kantor Bupati Majene. Acara tersebut di hadiri Bupati Majene, Wakil Bupati , Sekertaris Daerah, Para Asisten dan Staf Ahli Pimpinan OPD serta pejabat lainya.

Dari hasil evaluasi dan Monitoring yang dilakukan oleh BAPEDA yang di sampaikan Bupati Majene Fahmi Massiara, atas dasar APBD Perubahan, menunjukan bahwa terjadi peningkatan serapan anggaran APBD 2018 dari 65, 46 % di triwulan III menjadi 97,35 % pada triwulan IV atau meningkat sebesar 31,89 %,. Sementara serapan dana alokasi khusus (DAK) juga mengalami peningkatan yang signifikan dari 49,34 % pada triwulan III menjadi 98,72 % pada triwulan IV, atau meningkat menjadi 49,38 %.  Sedangkan dana tugas pembantuan, urusan bersama dan dana lainya juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 32 % dari triwulan III sebesar 67,26 % .” untuk  secara keseluruhan, serapan anggaran baik  itu bersumber dari APBD dan APBN cukup memuaskan” ungkapnya.

 

Dalam kesempatan itu ia juga meyampaikan apresiasinya kepada BAPEDA yang dipandang mampu menjaga konsistensi, rencana kerja pemerintah daerah dengan APBD, serta menanamkan pondasi perubahan paradigma perencanaan program kegiatan berbasis kinerja. Juga kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah serta seluruh perangkat daerah karena telah memulai langkah-langkah pengendalian perencanaan atau anggaran. Dimana,  hal itu di awali dari kebesaran hati untuk tidak memaksakan pembiayaan program dan kegiatan diluar batas kemampuan pendapatan daerah.” langkah-langkah pengendalian sejak awal tahun terkait pencairan dan kegiatan berdasarkan  ketersediaan sumber dana, ini kami angggap cukup efektif dalam mengendalikan potensi defisit di akhir tahun” papar nya.

Mengintruksikan kepada BKAD untuk memverifikasi dengan baik usulan anggaran KAS dari OPD . perencanaan anggaran kas yang ideal adalah anggaran kas yang mempertimbangkan besaran ketersediaan dana pada bulan berkenaan, perencanaan anggaran kasa yang buruk aan meningkatkan potensi gap anggaran pada setiap tahun anggaran.

Fahmi juga menginstruksikan Kepada BAPENDA untuk berperan aktif dalam menggenjot realisasi pendapatan asli daerah baik yang dalam kewenangannya maupun mengawal pencapaian pendapatan yang dikelola dari OPD lain. Ia juga menekankan agar penyusunan target kegiatan, untuk memperhatikan porsi anggaran dimasing-masing triwulan, sehingga tidak adalagi gap antara target dan realisasi yang tinggi. Selain itu, khusus,  untuk kegiatan yang bersumber dari dana APBN agar dilakukan tender lebih awal, sehingga tidak terjadi lagi penumpukan kegiatan di triwulan IV.

Bupati Majene juga memberikan penghargaan dalam bentuk piagam bagi OPD. Mereka yang mendapatkatkan Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Award 2018 tersebut, diantaranya Dinas kelautan dan Perikanan kab Majene, DLHK serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

 

  

Sumber : https://humas.majenekab.go.id/2019/01/14/evaluasi-kegiatan-pembangunan-triwulan-iv-fahmi-mengaku-puas/