Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Daerah (TPID) Kabupaten Majene Tahun 2018

 

Berdasarkan berita resmi statistik , perkembangan indeks harga konsumen/ Inflasi pada bulan juli 2018  di Majene berada diangka 0,19 persen. Nilai tersebut dipengaruhi adanya kenaikan harga yang di tunjukan oleh peningkatan indeks harga pada empat kelompok. Diantaranya makanan jadi, minuman , rokok dan tembakau 0,27 persen, kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar 0,08 %, kelompok sandang 2,14 % serta kelompok rekreasi dan olahraga 0,97 persen. Beberapa komoditas yang dominan memberi andil inflasi adalah tomat buah 0,20 persen, akademi/perguruan tinggi 0,08 persen, bayam 0,08 persen, asam 0,07 persen dan ikan baronang 0,05 persen. Sedangkan komoditas yang dominan menyumbang andil deflasi adalah ikan cakalang 0,25 persen, ikan layang 0,10 persen, pisang 0,05 persen, katamba 0,04 persen, ikan tonglkol 0,03 dan bawang merah 0,03 persen.

Bupati Majene yang juga Ketua Tim Pengedali Inflasi Daerah (TPID) kabupaten Majene Fahmi Massiara mengatakan akan terus berkomitmen menjaga inflasi di semua komoditas khususnya  jika terjadi peningkatan  harga pangan. Kata Fahmi Majene ingin berkontribusi positif membangun sinergitas disegala lini dalam menjaga daya beli masyarakat dan menopang pertumbuhan ekonomi. Pengendalian inflasi secara nasional perlu mendapat dukungan dari daerah. Dengan demikian, koordinasi yang dikembangkan melalui harmonisasi kebijakan hingga ke level daerah diharapkan dapat lebih efektif, tidak hanya dalam menekan laju inflasi di daerah, tapi juga akan berlanjut pada pencapaian sasaran inflasi nasional yang rendah dan stabil, seperti yang ingin dicapai Pemerintah dan Bank Indonesia. Hal ini disampaikan saat rapat koordinasi  (TPID) kabupaten Majene senin 20 agustus .

Fahmi juga menyebutkan sesuai harapan Presiden Jokowidodo, jika ada satu daerah yang mengalami kekurangan stok pangan, maka daerah lain yang surplus stok di bolehkan untuk menjualnya ke daerah yang kurang. Untuk itu, Majene akan segera menindaklanjuti dengan menggelar pertemuan, membahas kesiapan dalam rencana MoU dengan Bupati Blitar tentang Perdagangan Antar wilayah. “ saya tidak mau ini hanya sebatasas MoU, kita harus action “ jelasnya. Sementara itu Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulawesi Barat Dadal Angkoro mengatakan sangat mendukung dan mensupport, jika perdagangan antar wilayah dapat di wujudkan. Pihak BI Sulbar bahkan siap memfasilitasi pemerintah daerah Majene.

Kerjasama tersebut berupa pengembangan telur ayam, Dimana Blitar merupakan daerah penghasil telur yang berskala besar. Selain telur, fahmi juga berecana akan menawarkan kerjasama pengembangan Bawang merah yang menjadi komoditas andalan pemerintah kabupaten Majene.

Sumber : https://humas.majenekab.go.id/2018/08/21/majene-inflasi-019-di-bulan-juli-peningkatan-harga-di-empat-kelompok/

 

Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.