Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, program itsbat nikah kerjasama Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan dan Kemenag Majene kini diselenggarakan di Kecamatan Malunda. Dibuka Camat Malunda, H Jamaludin L, S.Pd, M.Si di Aula Kantor Camat, Senin 28 Oktober 2019.

Berdasarkan laporan dari Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Lamungan Batu, M Sayyid kepada Camat, jumlah pasangan yang diitsbatkan sebanyak 3 pasangan, yaitu 1 dari Lingkungan Pao-pao, 1 dari Lingkungan Pebusu, dan 1 dari Lingkungan Kalorang Barat.

Dalam sambutannya, Camat Malunda menyatakan bahwa pelayanan terpadu itsbat nikah ini sangat besar manfaatnya untuk kalangan masyarakat tidak mampu, sekaligus memudahkan anak dari pasangan tersebut untuk pengurusan identitas kependudukan dalam proses administrasi pendidikan, pekerjaan, kesehatan dan administrasi sosial lainnya.

“Pelayanan terpadu ini sangat bermanfaat dalam memangkas biaya, mendekatkan layanan pada masyarakat yang membutuhkan serta menyederhanakan proses demi terciptanya pelayanan maksimal bagi masyarakat sehingga penataan administrasi yang teratur”, ungkapnya.

Itsbat nikah diajukan dalam rangka mendapatkan pengakuan dari negara atas perkawinan yang statusnya hanya sah menurut agama sehingga perkawinan tersebut berkekuatan hukum. Dengan mengajukan itsbat nikah, maka pasangan suami istri yang melakukan perkawinan siri akan mendapatkan akta nikah yang kedudukannya sebagai bukti adanya perkawinan tersebut dan jaminan bagi suami atau istri serta melindungi hak-hak anak yang lahir dari perkawinan tersebut. Hak anak yang dimaksud antara lain akta kelahiran, warisan, dan lain-lain.

Itsbat nikah juga sejalan dengan Pasal 7 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang berbunyi “Dalam hal perkawinan tidak dapat dibuktikan dengan Akta Nikah, dapat diajukan itsbat nikah-nya ke Pengadilan Agama”.

(diskominfomajene) sumber :  PID Lamungan Batu