Bupati Majene, Fahmi Massiara melakukan pencanangan budidaya pepaya california sekaligus penanaman jagung hibrida di lahan kelompok tani Bura’ Mandar yang berlokasi di Nase-nase, Desa Bukit Samang, Kecamatan Sendana pada Ahad, 24 November 2019.

Pepaya california merupakan jenis varietas pepaya yang unggul, ukurannya tidak terlalu besar, warna daging buah menarik, rasa yang lebih manis, dan daya tahan buah pasca panen yang lebih baik dibandingkan pepaya lokal yang bagian dalamnya cepat lembek dan rusak.

Bupati, Wakil, Sekda, Asisten III, dan sejumlah pejabat lain melakukan penanaman bersama bibit pepaya

Menurut Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Majene, Burhan, S.Pt, MMA pepaya california dapat dipanen mulai usia 8-9 bulan sampai maksimal usia 3 tahun, frekuensi panen dilakukan tiap 4 hari dengan rata-rata setiap pohon menghasilkan 1 buah.

“Dengan harga rata-rata Rp6000/buah, di lahan seluas 1 hektar yang dapat menampung 1500 pohon, petani dapat menghasilkan pendapatan kotor sebesar 9 juta per panen, tapi tentunya ada resiko-resiko dan biaya produksi yang belum dihitung,” kata Burhan.

Kadis Pertanian, Burhan, S.Pt, MMA

“Di Lahan kelompok tani Bura’ Mandar tersebut sebanyak 9000 bibit pohon pepaya california akan ditanam di lahan seluas 6 Ha, dan luas lahan tersebut akan terus dikembangkan karena hasilnya menjanjikan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, disamping itu di Nase-nase ini memang akan kita jadikan sebagai kawasan budidaya pepaya california,” lanjutnya.

Bibit tersebut dibeli sendiri oleh kelompok tani Bura’ Mandar dengan difasilitasi oleh Dinas Pertanian untuk memastikan petani mendapatkan bibit yang tepat.

Bupati bersama Kadis Pertanian berjalan melalui jalan tani menuju kebun pepaya

Pemilihan Nase-nase debagai kawasan pepaya california dikarenakan ujicoba awal sebanyak 1000 pohon berhasil dengan baik, kemudian lahan kosong yang masih banyak, dan transportasi yang mendukung berkat telah dirintisnya jalan tani sepanjang 1 km oleh pemerintah desa Bukit Samang, sehingga pemasaran hasil panen tidak akan terkendala.

“Kebutuhan pasar akan pepaya ini juga masih terbuka sangat lebar, konsumennya banyak di hotel-hotel, misalnya maleo saja, tiap hari mereka memintai suplai sebanyak 500 buah, jadi tidak ada kekhawatiran masalah pemasaran,” papar Burhan.

Haji Mahyudin, Ketua kelompok tani Bura Mandar

Sehubungan dengan pencanangan kawasan budidaya pepaya california di lahannya, ketua kelompok tani Bura’ Mandar, Haji Mahyudin mengharapkan pemerintah bisa memberikan bantuan untuk penyediaan air melalui irigasi, pengerasan jalan tani yang telah dirintis, dan pemagaran lahan untuk mengantisipasi gangguan hama.

Menanggapi harapan H Mahyudin, Bupati Majene Fahmi Massiara menyatakan selalu mengakomodir program di lapangan tanpa terkecuali tapi secara skala prioritas untuk merealisasikan bantuan sesuai dengan mekanisme dan prosedur.

“Dinas Pertanian nanti mencatat permintaan kelompok tani dan memasukkan kedalam perencanaan seperti Musrenbang ( Musyawarah perencanaan pembangunan) dan pembiayaannya nanti bisa melalui dana desa, dana APBD kabupaten maupun provinsi, dan dana tugas pembantuan,” jawab Fahmi Massiara.

(diskominfomajene)