Bapeda Majene pada Jumat 11 Desember 2020 melaksanakan kegiatan orientasi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) dan expose dokumen teknokratis rencana aksi daerah pencegahan dan penanggulangan stunting terintegrasi bertempat di aula pertemuan LPMP Sulbar.
Sosialisasi stunting tersebut dihadiri OPD terkait dalam penanggulangan stunting, kepala puskesmas, camat, penyuluh agama dan kepala KUA se-Majene, serta 14 kepala desa lokus penanganan stunting tahun 2020.

Orientasi bertujuan agar pihak terkait dapat memetakan penyebab masalah stunting serta perubahan perilaku apa yang bisa dilakukan untuk mencegah atau menanggulanginya, yang nantinya pengetahuan yang didapatkan disampaikan kepada masyarakat terutama oleh para kepala desa dan penyuluh agama KUA.

Wakil bupati Lukman yang membuka orientasi menyoroti pernikahan dini yang menjadi salah satu penyebab utama stunting, selain itu Lukman menilai semua pihak terkait telah bekerja cukup baik dalam penanganan stunting di Majene dan perlunya aksi yang berkelanjutan dalam penanganan stunting karena diperlukan waktu yang tidak singkat dalam merubah kebiasaan negatif yang sudah lama berlangsung di masyarakat seperti pernikahan dini dan rendahnya kesadaran akan pentingnya keseimbangan asupan gizi yang baik.

Ada dua pemateri dalam orientasi, pemateri pertama, Prof. Dr. H. Abdul Razak Thaha guru besar Unhas yang menekankan pentingnya pelayanan pada masa pra konsepsi sebelum masa kehamilan termasuk pemenuhan gizi dan bagaimana mempersiapkan calon orangtua yang baik sehingga anak bisa mendapatkan pola asuh yang baik. Sedangkan pemateri kedua, kepala gugus tugas penanganan stunting sekaligus kepala Bapeda Majene Hj. Andi Adlina Basharoe, SP.,M.Si memaparkan rencana aksi daerah untuk pencegahan dan penanggulangan stunting, efektifitas rencana tersebut kemudian didiskusikan oleh semua pihak terkait, apakah bisa dilaksanakan atau diganti dengan rencana aksi yang lebih efektif.