Kelurahan Tande Timur bekerja sama dengan Lembaga Pemerhati Pendidikan dan Kesehatan Bura’ Lattigi Kabupaten Majene (LP2KBM) menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas kader Posyandu se-Kelurahan Tande Timur, di Aula Kantor Kelurahan Tande Timur, 21 Agustus 2019.

Pelatihan dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabuapaten Majene, Fatmawati Fahmi. Beberapa pejabat yang hadir diantaranya Plt. Camat Banggae Timur, Nahdlah B. Fattah, Lurah Tande Timur, Muhammad Kasim, Sekretaris Kelurahan sekaligus Ketua Panitia, Aco Agussalim. Pelatihan dihadiri oleh Kader Posyandu se-Tande Timur sebagai peserta, dan Pemateri dari PKM Lembang, disaksikan Kepala Lingkungan se-Tande Timur.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Majene dalam sambutannya menyampaikan bahwa Posyandu merupakan salah satu tempat bagi ibu dan balita untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, memantau pertumbuhan dan perkembangan balita sekaligus memberi imunisasi dan peningkatan gizi, serta penyuluhan dan konseling kepada segenap lapisan masyarakat sekitar Posyandu.

Karena itu, Kelurahan Tande Timur berupaya optimal meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta ketrampilan para Kader Posayandu. Diharapkan, para Kader dapat menjadi fasilitator dan dinamisator, serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Posyandu.

Lebih lanjut Fatmawati menjelaskan, upaya peningkatan mutu dan kualitas pelayanan di Posyandu bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah dan para kader Posyandu saja, akan tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab bersama semua pihak, yakni pemerintah dan seluruh lapisan warga masyarakat, sehingga semua pihak seharusnya berupaya optimal mendukung dan memperhatikan Posyandu.

3 tugas Posyandu yang menjadi mimpi besar yang harus diwujudkan oleh para Kader Posyandu khususnya di Kelurahan Tande Timur, yakni proses persalinan ditangani oleh tenaga kesehatan, semua anak harus mendapatkan imunisasi yang lengkap, serta PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), diharapkan menjadi budaya di masyarakat.

Sementara itu, Nahdlah B. Fattah mengharapkan agar semua kader Posyandu betul-betul mengaplikasikan Ilmu yang diperoleh saat pelatihan tersebut di masyarakat walaupun insentif kader posyandu tidak sebanding dengan pengorbanannya. Tidak berlebihan jika kader Posyandu dinyatakan sebagai pahlawan di masyarakat.