Pemkab Majene melalui Dinas Perhubungan mengoperasian trayek kampus (pete-pete kampus) untuk mengakomodir dan mempermudah mahasiswa Unsulbar yang ingin berangkat ke kampus. Peresmian trayek dilakukan Bupati Majene, Fahmi Massiara di halaman Rektorat Unsulbar, Senin, 4 November 2019.

Selama ini para mahasiswa yang berangkat ke kampus utama di Padang-padang terkendala transportasi dikarenakan lokasinya berada cukup jauh dari rute pete-pete di jalan poros Trans Sulawesi, sehingga untuk sampai ke kampus harus ditempuh dengan kendaraan pribadi atau tumpangan, bagi mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi atau tumpangan terpaksa harus berjalan kaki menempuh jarak yang cukup jauh.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan, Mithar Tala Ali, “Dalam tahap awal, Dinas perhubungan menyediakan 5 unit pete-pete dan akan melakukan evaluasi apakah jumlah unit tersebut sudah mencukupi atau perlu pengembangan.”

“Jalur dan tarif trayek kampus yaitu Rektorat-Fakultas Ilmu Kesehatan Rp1000, Rektorat-Kampus Utama Rp2000, Kampus Utama-Halte Alfamidi Rp2000, Halte Alfamidi-Fakultas Kehutanan Rp1000, Halte Alfamid-Rektorat Rp2000,” jelas Mithar.

Pete-pete yang diberikan izin trayek untuk kampus disyaratkan kondisinya harus prima, karena rute trayek terutama dekat kampus utama adalah tanjakan dan turunan. Beberapa ratus meter sebelum kampus utama terdapat tanjakan yang cukup terjal dan panjang yang membutuhkan kehati-hatian pengemudi, terbukti saat melakukan ujicoba rute perdana, salah satu dari 5 mobil pete-pete yang membawa rombongan Bupati terpaksa berhenti ditengah jalan karena tidak mampu lagi menanjak.

Atas peresmian pete-pete kampus, Rektor unsulbar, Akhsan Djalaluddin menyambut bahagia trayek kampus yang sudah lama ditunggu operasionalnya, dan berterima kasih kepada pemkab Majene atas inisiatifnya untuk mengoperasikan trayek kampus.

“Sudah lama kami usulkan agar ada angkutan kampus, tapi karena jalannya baru dikerjakan, sehingga baru sekarang bisa dilalui kendaraan umum, kalo sebelum diaspal, hanya mobil offroad yang bisa naik kesini, bahkan naik motor sekalipun, saya tetap larang mahasiswa untuk melaluinya,” kata Akhsan.

Sebelum trayek kampus Unsulbar, trayek kampus juga sudah pernah dioperasikan untuk melayani mahasiswa Stain Majene, tapi karena kurang dimamfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa, pete-pete kembali ke jalur umum karena sepi penumpang.

(diskominfomajene)