Hipmi Majene menyelenggarakan seminar kewirausahaan untuk menjalin sinergitas antara pengusaha muda, perbankan, dan pemerintah daerah.

Seminar digelar di Ruang  Pola Kantor Bupati, Jum’at, 6 September 2019. Seminar yang dibuka oleh Bupati Majene Fahmi Massiara itu diikuti oleh pelaku-pelaku usaha dari Majene dan beberapa dari daerah lain di Sulawesi Barat, BRI, mahasiswa, dan murid SLTA. Dari Pemkab hadir OPD terkait yaitu perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Bappeda.

Selain ketua BPC Hipmi Majene, seminar tersebut juga dihadiri ketua BPD Hipmi Sulawesi Barat dan ketua BPC Hipmi dari berbagai kabupaten di Sulawesi Barat, yaitu Pasangkayu, Mamuju, Polewali Mandar, dan Mamasa.

Dalam sambutan yang disampaikan, Ketua BPC Hipmi Majene, M Irfan Pasewang menyatakan bahwa dibutuhkan 2 faktor penting bagi seorang pengusaha muda khususnya di Majene untuk bisa tumbuh dan berkembang yaitu bantuan permodalan dari perbankan, dan keberpihakan dari pemerintah baik berupa kemudahan perizinan maupun program pemerintah yang bisa membantu para pengusaha muda.

Sedangkan ketua BPD Hipmi Sulawesi Barat, Jupri Mahmud, menyebutkan bahwa presentase enterpreneur di Indonesia apabila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura masih sangat sedikit yaitu hanya sekitar 3% dari jumlah penduduk, sementara idealnya Indonesia seharusnya memiliki wirausahawan sebanyak 5%.

Sementara menurut Bupati Majene Fahmi Massiara, Potensi usaha di Majene sebetulnya  tersedia, asal pelaku usaha tidak gengsi dan pilih-pilih. Fahmi mencontohkan pemulung yang sekali kirim barang bekas ke Makassar bisa memperoleh keuntungan sampai 7 juta per truk, atau potensi usaha di bidang pertanian, seperti jagung, bawang putih, dan holtikultura lainnya. Lebih lanjut, Fahmi mengharapkan agar Pemerintah dan Hipmi bisa saling bahu-membahu sehingga pelaku usaha dan pemerintahan bisa sama-sama berjalan dengan baik.