Sejak Hari Santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, setiap tahun Indonesia memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober.

Setiap daerah memiliki cara masing-masing dalam merayakan hari yang ditujukan untuk meneladani semangat perjuangan nasionalisme kepada para santri melalui para ulama.

Tak ketinggalan  Kecamatan Malunda. Seyogyanya, Malunda menghadiri peringatan Hari Santri Nasional se-Kabupaten Majene di Pendopo Rujab Bupati, tapi karena jarak yang cukup jauh dari ibukota kabupaten, sehingga Kecamatan Malunda merayakan Hari Santri secara terpisah.

Camat Malunda, Jamaluddin, melalui peringatan Hari Santri menghimbau kepada ASN Kecamatan dan Kelurahan untuk mengenakan busana muslim, kaum pria menggunakan baju koko, celana hitam, ditambah peci, sedangkan wanita mengenakan pakaian muslimah.

“ASN di Kelurahan Lamungan Batu seluruhnya menggunakan baju muslim sebagai peringatan Hari Santri Nasional,” kata Muhammad Imran A, SE, Lurah Lamungan Batu

Selain itu, Muhammad Imran juga berharap bahwa dengan Hari Santri Nasional, mereka juga dapat mendalami peran kehidupan santri dan mencoba merealisasikannya dalam pekerjaan sehari-sehari para ASN.

“Nilai-nilai kesantrian juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terutama dalam melayani masyarakat, karena kita bertugas untuk memberikan pelayanan,” Muhammad Imran menekankan.

(diskominfomajene)