Fahmi : Pencanangan Kampung KB Jangan Hanya Seremonial Belaka

Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Kampung Keluarga Berencana (KB)

Tahun 2018 ini, Majene tengah bersiap membentuk 12 kampung keluarga berencana (KB). Sejak dicetuskan beberapa tahun silam, Majene telah berhasil merampungkan target pencangan kampung KB, khususnya di 32 dusun dan 22 desa. Untuk memantapkan persiapan  pecanagan  kampung KB tahun 2018, kembali dilaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi pelaksanaan kampung KB yang turut di hadiri BKKBN Perwakilan Provinsi Sulbar serta pemerintah kabupaten Majene . Rakor tersebut dilaksanakan di aula kantor Bappeda Majene 3 september 2018, yang turut  dihadiri pimpinan OPD terkait, para camat, lurah dan kepala desa.

Bupati Majene Fahmi Massiara yang turut hadir mengatakan, agar esensi dari pencanagan dari kampung KB ini bisa di fahami dengan jelas bagi setiap pemerintah desa, kelurahan dan kecamatan. Jangan sampai katanya, acara tersebut hanya bagian dari seceremonial belaka tanpa implementasi yang jelas. “ jangan sampai Cuma mondar-saja tidak mengerti apa itu kampung kb “ ungkap Fahmi.

Ikut membenarkan yang disampaikan Bupati Majene sebelumnya,  Kepala BKKBN Provinsi Sulawesi Barat Andi Rita Basharoe menjelaskan dari 208 pencangan kampung KB di Sulawesi Barat, implementasi dan progres kegiatan hanya berjalan sekira 20 % saja. Artinya pemahaman akan fungsi dari program yang menjadi nawacita pembangunan tersebut masih minim. “ memang harus ada tindak lanjut untuk bisa dievaluasi apa sudah  dimengerti, kita laksanakan rapat untuk memkanai seperti apa desain kampung KB,  di dalamnya seperti apa” terang Andi Rita. Meski demikian ia tetap mengapresiasi daerah yang telah berupaya menyukseskan program tersebut. Salah satunya kabupaten Majene yang pada tahun lalu telah mencapai 100 %.  Sementara 5 dikabupaten lain diluar kabupaten Mamuju belum menunjukan progres yang menggembirakan.

Kampung KB disusun meliputi kesehatan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Untuk dapat mewujudkan peningkatan kesejahteraan tersebut, di kampung KB akan dilakukan optimalisasi semua perangkat dan institusi masyarakat yang ada. Kampung KB, kedepannya akan menjadi ikon program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Kehadiran Kampung KB bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Prinsipnya Program KKBPK mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera dengan melaksanakan delapan fungsi keluarga. Penerapan fungsi keluarga ini membantu keluarga lebih bahagia dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Sumber : https://humas.majenekab.go.id/2018/09/03/8521/

Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published.