Sekretaris daerah Majene melalui dinas kominfo menerima kunjungan studi banding anggota dprd pare-pare, Jumat, 13 November 2020.

Rombongan yang terdiri dari 8 anggota dewan tersebut diterima oleh kadis kominfo beserta staf di ruang rapat sekda.

Dalam pertemuan dibicarakan berbagai perbandingan seputar ruang lingkup tugas kominfo, termasuk mengenai LPPL radio Mammis, rencana pembentukan tv lokal, dan mekanisme retribusi tower pemancar gsm.

Kadis kominfo Ahmad Rafly Nur dalam sambutannya mengakui keterbatasan peran dinas kominfo Majene bila dibandingkan dengan dinas kominfo Pare-pare yang sudah lebih maju.

Senada, ketua rombongan DPRD Pare-pare juga memaparkan tentang radio daerah pare-pare yang sudah mapan dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam menjalankan programnya, termasuk kontrak senilai 50 juta dengan DPRD Pare-pare untuk program interaktif dengan masyarakat.

Selain radio, Pare-pare juga sudah merintis keberadaan TV lokal yang sudah mulai eksis dengan berbagai programnya, salah satunya dengan menampilkan siaran langsung sidang yang dilaksanakan oleh DPRD Pare-pare.

Menanggapi pemaparan tersebut, kabid pelayanan diskominfo Insyiah Samti menyatakan bahwa keterbatasan diskominfo Majene dalam hal pengelolaan radio dan tv lokal disebabkan kurangnya dana dan ketiadaan SDM yang memadai, disamping itu pengelolaan radio lokal majene belum diserahkan ke dinas kominfo tapi masih dipertahankan oleh bagian protokoler.

Selain membicarakan radio dan tv lokal, pertemuan tersebut juga mendiskusikan perbandingan pengelolaan retribusi tower antena pemancar seluler.