Bagan Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Klik Di sini)

Susunan Organisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, terdiri dari:

  1. Kepala Dinas;
  2. Sekretariat, membawahkan:
    • Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan;
    • Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
    • Sub Bagian Keuangan.
  3. Bidang Cipta Karya, membawahkan:
    • Seksi Penelitian dan Pengembangan dan Pemnfaatan Tata Ruang;
    • Seksi Bangunan Gedung.
  4. Bidang Peralatan dan Perbekalan, membawahkan:
    • Seksi Peralatan, Workshop dan Lanoratorium;
    • Seksi Perbekalan.
  5. Bidang Bina Marga, membawahkan :
    • Seksi Jalan dan Jembatan;
    • Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.
  6. Bidang Pengairan, membawahkan :
    • Seksi Irigasi;
    • Seksi Sungai dan Rawa.
  7. Bidang Penataan Ruang
    • Seksi Pengendalian dan Pengawasan;
    • Seksi Tata Ruang dan Tata Guna lahan.
  8. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Wilayah I;
  9. Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Wilayah II;
  10. Kelompok Jabatan Fungsional.

Tugas Pokok dan Fungsi

Kepala Dinas

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas, mempunyai tugas pokok membantu Kepala Daerah menyelenggarakan kewenangan bidang Pekerjaan Umum berdasarkan prinsip otonomi dan tugas pembantuan sesuai dengan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan/atau berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mempunyai fungsi : mengkoordinir, mengarahkan, membimbing, membina dan memberdayakan unsur manajemen satuan kerja perangkat daerah bidang pekerjaan umum, yang meliputi:

  1. Perumusan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah serta petunjuk pelaksanaan, petunjuk operasional dan petunjuk tekhnis pelaksanaan kewenangan bidang pekerjaan umum;
  2. Pengorganisasian renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah pelaksanaan kewenangan bidang pekerjaan umum;
  3. Pelaksanaan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah pelaksanaan kewenangan bidang pekerjaan umum;
  4. Pengendalian dan pemantauan pelaksanaan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah pelaksanaan kewenangan bidang pekerjaan umum;
  5. Evaluasi pelaksanaan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah kewenangan bidang pekerjaan umum;
  6. Pelaporan hasil pelaksanaan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah kewenangan bidang pekerjaan umum;
  7. Pemberian saran dan pertimbangan teknis kepada atasan tentang pelaksanaan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah kewenangan bidang pekerjaan umum;
  8. Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Unit Pelaksana Teknis;
  9. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan daerah.

 

Sekretariat 

Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris, mempunyai tugas pokok membantu kepala dinas melakukan koordinasi dan/atau memfasilitasi pelaksanaan kewenangan bidang pekerjaan umum yang berhubungan dengan urusan dalam organisasi meliputi perencanaan, evaluasi, pelaporan, pelayanan administrasi dan pengelolaan keuangan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, sekretaris mempunyai fungsi membantu mengkoordinir dan/atau memfasilitasi unsur manajemen satuan kerja perangkat daerah bidang pekerjaan umum khususnya urusan dalam, meliputi:

  1. Bahan penyusunan RKA, DPA, dan dokumen perencanaan perumusan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah serta petunjuk pelaksanaan, petunjuk operasional dan petunjuk tekhnis pelaksanaan kewenangan bidang pekerjaan umum;
  2. Pelaksanaan, pengorganisasian, pemantauan dan pengendalian kebijakan yang meliputi : bidang umum dan administrasi kepegawaian, penatausahaan keuangan, pelayanan teknis perencanaan, evaluasi dan pelaporan;
  3. Pelaporan hasil pelaksanaan tugas pokok dan fungsi secara berkala dan periodik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada atasan;
  4. Pemberian saran dan pertimbangan teknis kepada atasan tentang pelaksanaan renstra, program kerja tahunan, program jangka panjang dan program jangka menengah kewenangan bidang pekerjaan umum;
  5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya;

Sekretariat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, terdiri dari :

  1. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan;
  2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
  3. Sub Bagian Keuangan.

Sub Bagian masing-masing dipimpin oleh seorang kepala sub bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.

Kepala Sub Bagian Perencanaan, evaluasi dan pelaporan mempunyai tugas pokok membantu sekretaris menyiapkan, menghimpun dan mengelolah serta melaksanakan urusan dalam organisasi khususnya penatausahaan perencanaan, evaluasi dan pelaporan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Sub Bagian Perencanaan, evaluasi dan pelaporan mempunyai fungsi membantu sekretaris melaksanakan tatalaksana urusan perencanaan, evaluasi dan pelaporan, meliputi:

  1. Pengkoordinasian penyelenggaraan perencanaan program dan kegiatan di lingkup dinas;
  2. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dalam lingkup dinas;
  3. Penyusunan Rencana Kerja (Renja), Renstra SKPD, RKA SKPD, DPA SKPD, penetapan kinerja, LAKIP, LPPD;
  4. Pengumpulan, pengolahan dan pengkajian data bahan evaluasi dan pelaporan;
  5. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

 

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian  mempunyai tugas pokok membantu sekretaris menyiapkan, menghimpun dan mengelolah serta melaksanakan urusan dalam organisasi khususnya penatausahaan urusan rumah tangga dan kepegawaian.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok,  Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi membantu sekretaris melaksanakan tatalaksana urusan rumah tangga dan kepegawaian, meliputi:

  1. Penatausahaan surat menyurat, kegiatan pengadaan dan kebutuhan barang, perlengkapan dan tugas umum lainnya ;
  2. Administrasi kepegawaian, kearsipan dan protokol, perjalanan dinas;
  3. Pembuatan laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

Kepala Sub Bagian Keuangan  mempunyai tugas pokok membantu sekretaris menyiapkan, menghimpun dan mengelolah serta melaksanakan urusan dalam organisasi khususnya penatausahaan keuangan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Sub Bagian Keuangan mempunyai fungsi membantu sekretaris melaksanakan penatausahaan keuangan, meliputi:

  1. Pelaksanaan koordinasi penyusunan anggaran Dinas;
  2. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan analisis pelaporan tentang anggaran;
  3. Pelaksanaan kegiatan administrasi keuangan;
  4. Pelaksanaan kegiatan penatausahaan perintah pembayaran anggaran;
  5. Pelaksanaan pembukuan dan urusan kas;
  6. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  7. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

Bidang Cipta Karya

Bidang Cipta Karya  Dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang cipta karya.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Bidang Cipta Karya mempunyai fungsi membantu mengkoordinir dan/atau memfasilitasi kegiatan di bidang cipta Karya, meliputi:

  1. Pelaksanaan penelitian dan pengembangan dalam pemanfaatan ruang;
  2. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan pelaksanaan bangunan;
  3. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  4. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

 

Bidang Cipta Karya, terdiri dari:

  1. Seksi Penelitian Pengembangan dan Pemanfaatan Tata Ruang;
  2. Seksi Bangunan Gedung.

Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.

Kepala Seksi Penelitian Pengembangan dan Pemanfaatan Tata Ruang  mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang penelitian pengembangan dan pemanfaatan tata ruang.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi Penelitian Pengembangan dan Pemanfaatan Tata Ruang mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang penelitian pengembangan dan pemanfaatan tata ruang, meliputi:

  1. Penelitian dan pengembangan sumber daya manusia dalam membuat dan menyusun harga satuan bahan, pembuatan rencana anggaran biaya (RAB) dan meningkatan kemampuan teknis tenaga pengawas bangunan;
  2. Penelitian, pengoreksian dan pengawasan kemampuan konsultan dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan;
  3. Penataan Pengelolaan Pemanfaatan Ruang;
  4. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  5. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

 

Pasal 104

Kepala Seksi Bangunan  mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang bangunan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi Bangunan mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang bangunan, meliputi:

  1. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan secara teknis pelaksanaan pekerjaan bangunan;
  2. Peningkatan, pengendalian dan analisa kegiatan bangunan;
  3. Peningkatan mutu bahan bangunan;
  4. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  5. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

 

Bidang Peralatan dan Perbekalan

Bidang Peralatan dan Perbekalan dipimpin oleh seorang kepala bidang yang mempunyai fungsi pokok membantu kepala dinas dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang peralatan dan perbekalan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala bidang peralatan dan perbekalan mempunyai fungsi membantu mengkoordinir dan/atau memfasilitasi kegiatan dibidang peralatan dan perbekalan, meliputi:

  1. Pelaksanaan pembinaan tekhnis di bidang peralatan dan perbekalan;
  2. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pengawasan di bidang peralatan dan perbekalan;
  3. Pemeliharaan alat dan sarana perbekalan;
  4. Penginventarisasian seluruh peralatan dan sarana perbekalan;
  5. Penyusunan konsep kajian penerimaan retribusi sewa alat berat;
  6. Pelaksanaan koordinasi dalam pengelolaan operasional peralatan dan perbekalan;
  7. Penyusunan laporan penggunaan peralatan serta konstruksi pemasukan sewa alat;
  8. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
  9. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasasn sesuai bidang tugasnya.

Bidang peralatan dan perbekalan, meliputi :

  1. Seksi Peralatan, Workshop dan Laboratorium;
  2. Seksi Perbekalan;

Seksi  masing-masing dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.

Kepala Seksi Peralatan, Workshop dan Laboratorium mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang peralatan, workshop dan laboratorium.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi Peralatan, Workshop dan Laboratorium mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang peralatan, workshop dan laboratorium, meliputi:

  1. Pelaksanaan kontrak pinjam pakai/sewa peralatan dan kendaraan dengan pihak lain;
  2. Pengawasan penglolaan dan penggunaan peralatan, kendaraan dan laboratorium;
  3. Pelaksanaan pemeliharaan serta perbaikan peralatan dan kendaraan;
  4. Pengawasan (kualiti kontrol) dan evaluasi terhadap bahan/material sebelum, sedang dan setelah pelaksanaan hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak kedua dalam lingkupkabupaten;
  5. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
  6. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugas lainnya.

Kepala Seksi Perbekalan  mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang perbekalan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi Perbekalan mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang perbekalan, meliputi:

  1. Pendataan peralatan srta kendaraan dalam lingkup dinas;
  2. Pelaksanaan tugas pengadaan suku cadang alat berat serta kendaraan dinas serta mendistribusikan sesuai kebutuhan;
  3. Penginventarisasian, pengadaan serta penyimpanan material-material yang dibutuhkan dalam pekerjaan tanggap darurat bencanaalam;
  4. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya.

 

 

 

Bidang Bina Marga

Bidang Bina Marga dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang bina marga.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Bidang Bina Marga mempunyai fungsi membantu mengkoordinir dan/atau memfasilitasi kegiatan di bidang bina marga, meliputi:

  1. Pembinaan, pengaturan teknis dalam pelaksanaan pembangunan, pemeliharaan, peningkatan sarana jalan dan jembatan;
  2. Penataan Pengelolaan prasarana jalan dan jembatan;
  3. Pelaksanaan pemeliharaan jalan dan jembatan;
  4. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  5. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

Bidang Bina Marga, terdiri dari :

  1. Seksi Jalan dan Jembatan;
  2. Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan.

Seksi  masing-masing dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.

 

Kepala Seksi Jalan dan Jembatan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang jalan dan jembatan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang jalan dan jembatan, meliputi :

  1. Penyelenggaraan studi kelayakan dan analisa mengenai dampak lingkungan pembengunan jalan dan jembatan;
  2. Penyelenggaraan perencanaan tekhnis jalan dan jembatan;
  3. Pembinaan, pengawasan serta pengaturan tekhnis dalam pelaksanaan pembangunan dan peningkatan prasarana jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan daerah;
  4. Pembinaan, pengaturan tekhnis dan pelaksanaan pemeliharaan jalan dan jembatan;
  5. Pelaksanaan pengawasan terhadap pemanfaatan sarana jalan dan jembatan;
  6. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
  7. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan  mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang pemeliharaan jalan dan jembatan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang pemeliharaan jalan dan jembatan, meliputi:

  1. Perencanaan tentang pemeliharaan jalan dan jembatan;
  2. Pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jalan dan jembatan;
  3. Peningkatan pengawasan jalan dan jembatan;
  4. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
  5. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

 

 

 

Bidang Pengairan

Bidang Pengairan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok membantu Kepala Dinas dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang pengairan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Bidang Pengairan mempunyai fungsi membantu mengkoordinir dan/atau memfasilitasi kegiatan di bidang pengairan, meliputi:

  1. Pembinaan pengaturan teknis dan pelaksanaan teknis pengelolaan dan pengembangan sumber daya air;
  2. Pembinaan pengaturan teknis dan pengendalian serta pelaksanaan pengembangan sumber daya air;
  3. Pelaksanaan penyusunan inventarisasi prasarana dan sarana pengembangan sumber daya air;
  4. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  5. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

Bidang Pengairan, terdiri dari:

  1. Seksi Irigasi;
  2. Seksi Sungai dan Rawa.

Seksi  masing-masing dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.

Kepala Seksi Irigasi mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang irigasi.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi Irigasi mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang irigasi, meliputi:

  1. Pelaksanaan pembangunan bidang irigasi;
  2. Pengelolaan prasarana dan operasi prasarana dan sarana irigasi;
  3. Pemeliharaan prasarana dan sarana irigasi;
  4. Pelaksanaan penyusunan inventarisai prasarana dan sarana di bidang irigasi;
  5. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  6. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasan sesuai bidang tugasnya.

Kepala Seksi Sungai dan Rawa  mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang sungai dan rawa.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi Sungai dan rawa mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang sungai dan rawa, meliputi:

  1. Pembinaan pengelolaan sungai, danau, rawa dan sumber daya;
  2. Pembinaan, pengaturan tekhnis dan pelaksanaan tekhnis, pengembangan sungai, danau, rawa dan sumber air lainnya;
  3. Pembinaan, pengaturan tekhnis dan pengendalian serta pelaksanaan operasi dan pemeliharaan;
  4. Pengendalian kelestrian lingkungan pemeliharaan sumber daya air;
  5. Penyusunan laporan hasilpelaksanaan tugas dan pemberian saran pertimbangan kepada atasan sesuai bidang tugasnya;
  6. Pelaksanaan tugas lain yang di berikan oleh atasansesuai dengan bidang tugasnya.

 

 

Bidang Penataan Ruang

Bidang Penataan Ruang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang mempunyai tugas pokok menyusun rencana tata ruang detail dan tekhnis, pemanfaatan ruang dan tata guna lahan serta pengendalian pemanfaatan ruang.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Bidang tata ruang membantu mengkoordinir dan/atau memfasilitasi kegiatan di bidang tata ruang, meliputi:

  1. Penyusunan rencana dan program kerja bidang tata ruang sebagai acuan pelaksanaan tugas;
  2. Penyusunan, pelaksanaan dan pengendalian rencana tekhnis detail tata ruang, pemanfaatan ruang dan tata guna lahan terhadap ruang wilayah dan kawasan strategis;
  3. Penyelarasan pemanfaatan ruang, tata guna lahan dan kegiatan dinamika penduduk dan sektor pambangunan dengan daya dukung lingkungan melalui koordinasi bersama instansi terkait;
  4. Pelaksanaan pemetauan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan di bidang perencanaan penataan ruang;
  5. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran pertimbangan kepada atasan sesuai dengan tugasnya;
  6. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

Bidang Penataan Ruang, terdiri dari:

  1. Seksi Pengendalian dan Pengawasan;
  2. Seksi Tata Ruang dan Tata Guna lahan.

Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang kepala seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang pengendalian dan pengawasan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi Pengendalian dan Pengawasan mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang sungai dan rawa, meliputi:

  1. Penyusunan rencanan kegiatan pengendalian ruang dan pengendalian pembangunan perumahan pemukiman;
  2. Penyiapan pedoman/standar tekhnis pengendalian pemukiman;
  3. Penyusunan petunjuk tekhnis pembinaan dan bimbingan tekhnis pengendalian ruang;
  4. Pembinaan tekhnis dan pengawasan perijinan peruntukan penggunaan tanah dan siteplan;
  5. Penyelenggaraan penetapan dan penertiban IMB;
  6. Pelaksanaan pengawasan dan perubahan terhadap kegiatan pemanfaatan ruang secara terpadu dan konsisten sesuai dengan ketentuan dan kegiatantekhnis yang berlaku;
  7. Penyiapan pedoman/standar tekhnis pengendalian pemanfaatan ruang;
  8. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pemanfaatan ruang;
  9. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas;
  10. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.

 

 

Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna lahan  mempunyai tugas pokok membantu Kepala Bidang dalam menyiapkan, menghimpun dan mengolah serta melaksanakan kegiatan di bidang Tata Ruang dan Tata Guna lahan.

Dalam menyelenggarakan tugas pokok, Kepala Seksi tata ruang dan tata guuna lahan mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan di bidang pemanfaatan ruang dan tata guna lahan, meliputi:

  1. Penyusunan rencana dan program kerja seksi tata ruang dan tata guna lahan sebagai acuan pelaksanaan tugas;
  2. Penyusunan, pelaksanaan dan pengendalian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Rencana tekhnis Ruang (RTR) serta Rencana Tata Prasarana dan Lingkungan (RTBL) kawasan perkotaan, pedesaan, Fungsional dan tertentu;
  3. Penyiapan pedoman/standar tekhnis penyusunan tata ruang;
  4. Pelaksanaan study kelayakan dan rencana tindak terhadap kawasan yang akan dikembangkan;
  5. Pembuatan neraca penggunaan lahan;
  6. Pelaksanaan pengawasan dan penertiban terhadap kegiatan pemanfaatan ruang secara terpadu dan konsisten sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  7. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas dan memberi saran pertimbangan kepada atasan sesuai dengan bidang tugasnya;
  8. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya.