Sejumlah 70 siswa-siswi dari berbagai SLTA di Kabupaten Majene dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) untuk upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74 oleh Bupati Majene Fahmi Massiara di Ruang Pola Kantor Bupati, Jumat 16 Agustus 2019, disaksikan orang tua Paskibra dan unsur Forkopimda Kabupaten Majene.

Pemilihan anggota Paskibra 2019 Kabupaten Majene dimulai pada bulan Februari disaat tim seleksi dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan PPI (Purna Paskibra Indonesia) dan pelatih dari Polres dan Kodim mendatangi semua SLTA di Majene untuk mendata siswa-siswi kelas 10 dan 11 yang berpotensi menjadi anggota paskibra.

Setelah itu, baru pada bulan Mei dilakukan pemanggilan siswa-siswi yang telah didata untuk mengikuti seleksi di tingkat kabupaten.

Bupati Majene Fahmi Massiara menyalami Paskibra (kiri). Seorang Paskibra mencium bendera Merah Putih (kanan).

Salah seorang pendamping paskibra, Sariassakti, purna Paskibra Kabupaten Majene 2003 dan Provinsi Sulsel 2004, menjelaskan bahwa dalam seleksi ada beberapa aspek yang menjadi penilaian lolos atau tidaknya seseorang menjadi paskibra, diantaranya tinggi dan berat badan, yaitu tinggi 165-180 untuk laki-laki dan 160-175 untuk wanita, dengan berat badan yang harus proporsional dengan tinggi badan sesuai indeks massa tubuh. Fisik juga harus prima, tidak boleh cacat, varises, buta warna, dan mata mines berat.

Pengetahuan baris-berbaris merupakan aspek penilaian lainnya. Kemudian tes minat dan bakat, misalnya kemampuan olahraga, tilawah, menyanyi, seni, dan bakat lainnya.

Sejumlah unsur Forkopimda yang menghadiri pengukuhan Paskibra

Dari sekira 400 orang yang mengikuti seleksi tersebut, kemudian terpilih 70 yang dinyatakan lolos menjadi Paskibra, 36 laki-laki dan 34 wanita.