Menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melaksanakan Festival Sayyang Pattu’du’ khusus pelajar yang diikuti oleh murid TPA, SD, SLTP dan SLTA se-Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari tanggal 11 dan 12 November 2019.

Sebanyak 63 pelajar ambil bagian dalam festival tersebut yaitu 2 dari TPA, 52 dari SD, 7 dari dari SLTP, dan 2 dari SLTA, memperebutkan posisi terbaik I, II, III, harapan I, II, dan III.

Festival sayyang pattu’du’ yang dibuka oleh Bupati Majene, Fahmi Massiara tersebut mengambil rute start di Gedung Assamalewuang menuju finish di Stadion Prasamya Mandar Majene.

Sayyang Pattu’du adalah budaya masyarakat Mandar, sejatinya, sebagai bentuk hadiah dan penghormatan kepada seseorang yang telah mengkhatamkan Al-Quran.

Dalam tradisi sayyang pattu’du’, orang yang khatam Quran menjadi penunggang kuda yang dalam bahasa Mandar disebut pessawe, mengendarai kuda yang terlatih mattu’du, yaitu gerakan kuda mengangkat kaki depannya agak tinggi secara bergantian sambil menganggukkan kepalanya dengan irama yang teratur.

Seiring waktu, sayyang pattu’du’ bukan hanya sekedar penghormatan bagi yang telah mengkhatamkan Quran, tetapi berkembang menjadi kegiatan yang bernilai wisata. Dalam tahap ini, lazimnya, pessawe adalah perempuan, meskipun dalam acara tertentu, laki-laki juga bisa menjadi pessaawe.

Masing-masing pessawe diiringi oleh riuh hiruk-pikuk tim penabuh rebana, yang sesekali berhenti bila pakkalinda’da’ mengucapkan pantun memuji pessawe.

Selain disaksikan warga masyarakat dengan antusias, Festifal sayyang pattu’du juga dihadiri oleh pejabat dan  kepala OPD di lingkup Pemkab Majene.

(diskominfomajene)