Sebanyak 40 pasang suami istri dari Kecamatan Banggae dan Banggae Timur mengikuti Isbat Nikah Terpadu gratis yang diselenggarakan oleh Pemkab Majene atas kerjasama Disdukcapil, Pengadilan Agama Majene, dan KUA Majene, dilangsungkan di Ruang Pola Kantor Bupati pada Kamis, 17 Oktober 2019.

Kegiatan yang dibuka oleh Bupati tersebut dihadiri Ketua DPRD, Sekda, Kepala Pengadilan Agama, Kepala Kemenag Majene, dan sejumlah pejabat terkait.

Bupati Majene membuka acara

Menurut Bupati Majene Fahmi Massiara, isbat nikah dilakukan untuk melegalisasi pernikahan siri yang kadang terjadi di masyarakat.

“Meskipun nikah siri sah dari perspektif agama, tapi secara aturan pemerintah pernikahan tersebut belum legal sehingga harus dilakukan pencatatan di KUA, kegiatan ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat mendapatkan keabsahan dari sebuah pernikahan,” kata Fahmi Massiara.

Zaki, salah seorang hakim Pengadilan Agama Majene menjelaskan tentang isbat nikah.

“Isbat nikah ini untuk pengesahan nikah, jadi orang yang tidak mempunyai kepastian hukum karena pernikahannya tidak dicatatkan, bisa mendapatkan buku nikah dengan mengikuti isbat nikah terpadu ini. Pesertanya tidak dipungut biaya, karena biaya seluruhnya ditanggung oleh Disdukcapil menggunakan anggaran tahun 2019” kata Zaki.

Pengambilan sumpah para saksi nikah

Menurut Zaki, kegiatan isbat nikah seperti ini sudah seringkali dilakukan secara berkesinambungan.

“2 bulan lalu digelar di Desa Awo, minggu kemarin di Sendana, tanggal 21 nanti di Pamboang, lanjut ke sendana lagi, terus ke Malunda,” kata Zaki.

Untuk mengikuti isbat nikah terpadu gratis, syarat utamanya pasangan harus mampu menghadirkan saksi yang hadir pada saat pernikahan siri dilangsungkan. Disamping itu juga harus memenuhi rukun dan syarat pernikahan misalnya tidak terikat dangan pernikahan yang lain, ada wali, calon mempelai, ijab kabul dan mahar.