Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui program perlindungan dan pemberdayaan masyarakat nelayan bekerjasama dengan Pemkab Majene melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dan Asuransi Jasa Indonesia (Persero) memberikan bantuan premi asuransi nelayan kepada 3 nelayan kecil dan tradisional.

Kartu asuransi nelayan diserahkan oleh Bupati Fahmi Massiara pada peringatan hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati, Selasa 17 September 2019.

3 nelayan penerima bantuan yaitu Jasuli dari Pangali-ali, Tamsil dari Rangas, dan Mariasan dari Totoli. Ketiga nelayan semuanya berasal dari Kecamatan Banggae.

Resiko yang dijamin dari Kartu Asuransi Nelayan terbagi dalam 3 kategori yaitu resiko kecelakaan yang dialami saat aktifitas penangkapan ikan meliputi kematian jumlah santunan Rp200 Juta, cacat tetap Rp100 Juta maksimal, biaya pengobatan Rp20 Juta maksimal; resiko kecelakaan yang dialami diluar aktifitas penangkapan ikan meliputi kematian jumlah santunan Rp160 Juta, cacat tetap Rp100 Juta (maksimal), dan biaya pengobatan Rp20 Juta (maksimal); dan terakhir resiko kematian alami jumlah santunan Rp5 Juta.

Disamping memberikan jaminan perlindungan resiko dan membantu ahli waris nelayan, bantuan kartu asuransi juga dimaksudkan memperkenalkan dan menumbuhkan kesadaran nelayan akan pentingnya asuransi.

Sampai tahun 2019, sebanyak 800 nelayan Majene telah terdaftar sebagai peserta asuransi nelayan dari 400 kuota Kementerian. Pencapaian 200% dari kuota merupakan hasil kerja proaktif Pemkab Majene merespon program Kementerian menuju tercapainya revolusi biru di sektor kelautan.

(diskominfomajene)